Jumaat, 11 Januari 2013

Gerakan Spiritual Di Dalam Dunia Islam

Oleh:
Abdullah Hakimi Bin Zanal Abidin (310802354)
Mahasiswa Jurusan Aqidah dan Filsafat
Fakultas Ushuluddin

Manusia sebagaimana yang di sebutkan oleh Ibnu Khaldun, memiliki tiga hal yang utama di dalam diri manusia, yaitu anggota tubuh, akal pikiran dan hati. Ketiga potensi ini hendaklah bersih, suci dan sihat serta dapat di gunakan secara harmonis. Untuk menghasikan kondisi seperti ini, ada tiga ilmu yang berperan penting di dalam mengawal tiga anggota tersebut: 

1. Ilmu Fiqih 
2. Ilmu Filsafat 
3. Ilmu Tasawuf[1]

Istilah yang digunakan oleh ilmu Fiqh dalam hal pembersihan dan penyehatan tubuh badan adalah di sebut sebagai Thaharah. Ini karena fiqh banyak membahas tentang eksoterik (lahiriah) manusia. Kedua, filsafat banyak membantu manusia berpikir secara benar dan sihat, karena filsafat banyak berurusan dengan dimensi metafisik dan juga manusia. Sedangkan ilmu tasawuf adalah ilmu yang membersihkan dan menyucikan hati manusia, karena tasawuf banyak membahas tentang esoterik (batiniah) manusia. 

Ketiga-tiga potensi ini dapat di lihat dari isyarat yang terkandung di dalam firman Allah swt yang bermaksud:
“Dia-lah yang menciptakan kamu, dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, tapi amat sedikit kamu bersyukur.” (al-Mulk; 23) 

Definisi Tasawuf 

Kata tasawuf berasal dari bahasa Arab yaitu Shuufa-Yashuufu-Shaafa berarti mempunyai bulu yang banyak. Kemudian kata itu terjadi perubahan karena di tambah dua huruf ‘Ta’ dan ‘Tasydid waw’ yang mengandung arti yushawwafa-Tushawwifu-Tashawwuf yang membawa arti ‘menjadi’. Maka arti tasawuf adalah menjadi sufi, yang ciri khas pemakaiannnya adalah terbuat dari bulu domba sebagai saingan dari memakai pakaian halus sutera dan sebagainya.[2]

Sumber-sumber Tasawuf 

Sumber yang melatarbelakangi ilmu tasawuf, walaupun tidak terlepas dari berbagai pengaruh mistik yang sebelumnya, namun adanya sisi kesamaan yang tidak mutlak adanya pengaruh langsung, sebab tasawuf Islam itu sendiri berasal dari dua sumber yang utama, Al-Quran dan hadist Rasulullah saw.[3]

Ada sebagian dari mereka berusaha untuk bersikap moderat. Mereka berpendapat bahawa timbulnya ajaran tasawuf adalah al-Quran dan kehidupan Rasulullah saw. Dari keduanya timbul benih-benih tasawuf yang pertama dan kemudiannya barulah dipengaruhi oleh elemen-elemen mistik yang asing di dalam Islam yaitu dari India, Persia, Yunani dan Masehi. [4]

Tarekat 

Secara etimologi, kata tarekat berasal dari bahasa Arab yang berarti jalan, keadaan, aliran atau aliran dalam garis pada sesuatu. Sedangkan menurut istilah, tarekat boleh di artikan dengan berbagai pengertian. 

Antaranya adalah, menurut Abu Bakar Aceh, Tarekat adalah jalan, petunjuk di dalam suatu ibadat sesuai dengan ajaran yang di tentukan dan di contohkan oleh Nabi saw dan dikerjakan oleh para sahabat, tabi’in, turun temurun sehingga sampai kepada guru-guru, atau suatu cara mendidik, lama kelamaan meluas menjadi kumpulan kekeluargaan yang mengikat penganut-penganut sufi yang sefaham dan sealiran, guna memudahkan menerima ajaran-ajaran dan latihan-latihan dari para pemimpinnya dalam satu ikatan.[5]


Penutup 


Jadi secara kesimpulan, gerakan spiritual di dunia Islam ini sudah ada sejak zaman Rasulullah saw, di amalkan oleh para sahabat pada awal abad hijrah seterusnya berpindah ke tibi’in, tabi’ tabi’in sehinggalah diteruskan oleh mursyid-mursyid yang terpilih yang mengumpulkan mereka di dalam satu pergerakan atau kelompok yang di sebut sebagai tarekat.



[1] Abdullah Nata, Akhlak Tasawuf, Pt Raja Grafindo, Jakarta, 1996,hal 117
[2] Damanhuri Basyir, Ilmu Tasawuf, Yayasan PeNa Banda Aceh, Banda Aceh, 2005, hal 1
[3] Damanhuri Basyir, Akhlak Tasawuf, Yayasan PeNA Banda Aceh, Banda Aceh, 2010, hal 5
[4] Abdul halim Mahmud, Tasawuf Di Dunia Islam, Pustaka Setia, Bandung, 2002, hal 117
[5] Damanhuri Basyir, Akhlak Tasawuf,… hal 56

Tiada ulasan: